BEKAS LUKA
PEREGANGAN KULIT
WARNA KULIT YANG TIDAK MERATA
Bio Oil® adalah produk untuk bekas luka dan peregangan kulit terkemuka di dunia.
Bio-Oil home Bio-Oil home
keyboard_arrow_down
Penggunaan
Bekas luka
Bekas luka
Bekas luka merupakan bagian yang tidak dapat dihindarkan dari proses penyembuhan dan merupakan hasil dari produksi kolagen berlebih di area luka. Bekas luka mengalami berbagai perubahan seiring pembentukannya, tetapi secara alami bekas luka bersifat permanen. Bio-Oil diformulasikan untuk membantu menyamarkan bekas luka, bukan menghilangkannya.
Bio-Oil sebaiknya dipijat dengan gerakan memutar pada area bekas luka, dua kali sehari, selama minimum 3 bulan. Pada luka baru, Bio-Oil sebaiknya diaplikasikan setelah luka benar-benar sembuh, dan sebaiknya tidak digunakan pada kulit yang rusak. Hasil akan bervariasi dari individu ke individu.
Peregangan kulit
Peregangan kulit
Ketika tubuh mengembang lebih cepat dibandingkan kulit yang melindunginya, jaringan kulit akan robek, membentuk bekas luka pada proses penyembuhannya. Bekas luka ini akan terlihat di permukaan kulit sebagai stretch marks.
Kemungkinan pembentukan stretch marks bervariasi tergantung pada tipe kulit, ras, usia, diet dan hidrasi kulit. Mereka yang paling rentan terhadap stretch marks termasuk wanita hamil, binaragawan/wati, remaja yang mengalami pertumbuhan yang pesat dan individu yang mengalami kenaikan berat badan yang cepat.
Stretch marks pada umumnya akan permanen, dan meskipun Bio-Oil diformulasikan untuk membantu menyamarkan tampilannya, stretch marks tidak akan dapat dihilangkan.
Bio-Oil sebaiknya dipijat dengan gerakan memutar pada stretch marks, dua kali sehari, selama minimum 3 bulan. Selama kehamilan, Bio-Oil sebaiknya diaplikasikan mulai dari awal trimester kedua pada area-area yang rentan terhadap stretch marks seperti perut, payudara, punggung bawah, pinggul, bokong dan paha. Hasil akan bervariasi dari individu ke individu.
Warna kulit yang tidak merata
Warna kulit yang tidak merata
Warna kulit yang tidak merata muncul ketika terdapat produksi melanin yang tidak konsisten oleh tubuh. Hal ini bisa dipicu oleh sebab-sebab eksternal, seperti paparan berlebihan sinar matahari atau pemakaian produk pencerah kulit yang berkualitas buruk; atau sebab-sebab internal, seperti fluktuasi hormon yang berkaitan dengan kehamilan, menopause atau penggunaan kontrasepsi oral. Bio-Oil membantu memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata.
Bio-Oil sebaiknya diaplikasikan pada area bermasalah, dua kali sehari, selama minimum 3 bulan. Bio-Oil tidak memiliki kandungan tabir surya (sunscreen). Jika akan menggunakan tabir surya, aplikasikan tabir surya setelah Bio-Oil sudah benar-benar terserap. Hasil akan bervariasi dari individu ke individu.
Penuaan kulit
Penuaan kulit
Keriput pada kulit yang terkait dengan penuaan pada umumnya disebabkan oleh melemahnya kolagen dan sistem pendukung elastin di kulit. Bio-Oil mengandung berbagai komposisi yang membantu melenturkan kulit, membuatnya lebih lembut, lebih halus, dan lebih kenyal, sehingga mengurangi tampilan kerutan pada kulit. Bio-Oil juga melembabkan, yang akan meningkatkan tekstur, warna dan menyamarkan tampilan garis-garis halus dan kerutan.
Bio-Oil sebaiknya diaplikasikan pada area yang bermasalah dua kali sehari. Hasil akan bervariasi dari individu ke individu.
Dehidrasi kulit
Dehidrasi kulit
Permukaan kulit memiliki lapisan minyak tidak terlihat yang bertindak sebagai penghalang untuk mencegah hilangnya kelembaban kulit. Pada iklim yang sangat kering lapisan minyak ini seringkali tidak mampu mengatasi hilangnya kelembaban dari kulit. Berendam dan mandi setiap hari dapat memperburuk hal ini dengan menghilangkan lapisan minyak di kulit karena efek astringent dari sabun dan air. Bio-Oil membantu mengembalikan minyak alami kulit dan membantu mengembalikan fungsinya untuk menjaga kelembaban kulit.
Bio-Oil sebaiknya diaplikasikan dua kali sehari. Hasil akan berbeda dari individu ke individu.

Formulasi
Formulasi
Formulasi
Formulasi Bio-Oil merupakan kombinasi dari ekstrak tumbuhan dan vitamin-vitamin yang tersuspensi dalam bahan dasar minyak. Mengandung bahan unggul PurCellin Oil™, yang mengubah konsistensi formulasi secara keseluruhan, membuatnya menjadi ringan dan tidak lengket, memastikan bahwa manfaat yang terkandung pada vitamin dan ekstrak tumbuhan dapat terserap dengan mudah.
Bio-Oil telah melalui penilaian keamanan sesuai dengan Peraturan Parlemen Eropa dan Dewan Produk Kosmetik. Profil toksikologi, struktur kimia, tingkat inklusi dan total level dari paparan harian dari masing-masing bahan yang digunakan telah dinilai dan dianggap aman untuk digunakan (termasuk untuk digunakan oleh wanita hamil).
Komposisi
Komposisi
Tumbuh-tumbuhan
Calendula Officinalis Flower Extract (Minyak Kalendula)
Lavandula Angustifolia Oil (Minyak Lavender)
Rosmarinus Officinalis Leaf Oil (Minyak Rosemary)
Anthemis Nobilis Flower Oil (Minyak Kamomil)
Vitamin
Retinyl Palmitate (Vitamin A)
Tocopheryl Acetate (Vitamin E)
Bahan Dasar Minyak
Paraffinum Liquidum
Triisononanoin
Cetearyl Ethylhexanoate
Isopropyl Myristate
Glycine Soja Oil
Helianthus Annuus Seed Oil
BHT
Bisabolol
Aroma (Mawar)
Parfum
Alpha-Isomethyl Ionone
Amyl Cinnamal
Benzyl Salicylate
Citronellol
Coumarin
Eugenol
Farnesol
Geraniol
Hydroxycitronellal
Hydroxyisohexyl 3-Cyclohexene Carboxaldehyde
Limonene
Linalool
Warna
CI 26100
Pembuatan
Pembuatan
Bio-Oil diproduksi sesuai dengan cGMP (current Good Manufacturing Practice / Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik yang berlaku untuk saat ini) yang ditetapkan oleh World Health Organisation (Organisasi Kesehatan Dunia). Semua bahan-bahan telah diuji adulterasi (pengurangan atau penambahan bahan asing yang menyebabkan formula menjadi tidak murni) dan kontaminasi mikrobiologi sebelum produksi, dan sampel dari setiap batch produksi diuji laboratorium yang kemudian dijaga dan dipantau selama periode 5 tahun.
Semua kemasan Bio-Oil dapat didaur ulang dan seluruhnya menggunakan material kertas bersertifikat sesuai dengan praktek pengelolaan hutan lestari.
Tidak terdapat emisi berbahaya, limbah berbahaya atau air limbah yang disebabkan oleh produksi Bio-Oil.

Uji klinis
Penelitian mengenai bekas luka, 2010
Penelitian mengenai bekas luka, 2010
Pusat percobaan
proDERM Institute for Applied Dermatological Research, Hamburg, Germany.
Tujuan
Untuk menilai efisiensi dari Bio-Oil dalam membantu menyamarkan bekas luka.
Sampel
Subyek: 36 partisipan wanita dari berbagai etnis. Usia partisipan: 18 sampai 65. Usia bekas luka: bekas luka yang baru terbentuk sampai berumur 3 tahun. Lokasi bekas luka: perut, kaki, lengan, leher, lutut, badan, dan tubuh bagian atas.
Metodologi
Double-blind, acak dan plasebo terkontrol. Subyek memiliki bekas luka yang sama atau bekas luka cukup besar untuk memungkinkan aplikasi sebagian-sebagian pada bekas luka dan perbandingan intra-subjek. Produk dioleskan dua kali sehari selama 8 minggu, tidak ada tambahan pijatan yang dilakukan pada daerah bekas luka. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke-0, 2, 4 dan 8. Parameter bekas luka yang berbeda-beda seperti yang didefinisikan dalam POSAS (Patient and Observer Scar Assessment Scale) dievaluasi.
Hasil
Bio-Oil terbukti bermanfaat dalam membantu menyamarkan bekas luka. Hasil yang signifikan secara statistik terlihat hanya dalam 2 minggu (hari ke-15), bekas luka mengalami perbaikan pada 66% subyek. Setelah 8 minggu (hari ke-57), 92% subyek memperlihatkan perbaikan pada bekas luka, dengan banyaknya perbaikan hampir 3 kali dibandingkan hasil pada minggu ke-2. Terlihat perbaikan terus menerus selama periode penelitian.
Penelitian mengenai bekas luka, 2005
Penelitian mengenai bekas luka, 2005
Pusat percobaan
Laboratorium Photobiology Universitas Kedokteran Afrika Selatan
Tujuan
Untuk menilai efisiensi dari Bio-Oil dalam membantu menyamarkan bekas luka.
Sampel
Subyek: 24 partisipan, 22 wanita dan 2 pria. Usia partisipan: 18 sampai 60. Usia bekas luka: bekas luka yang baru terbentuk sampai berumur 3 tahun. Tipe bekas luka: bervariasi dari bekas luka bakar kecil sampai bekas luka operasi. (12 bekas luka besar, 14 bekas luka kecil - 1 partisipan mempunyai tiga bekas luka)
Metodologi
Single-blind (penilai), acak dan terkontrol. Desain penelitian berpasangan memungkinkan untuk perbandingan intra-subjek. Subyek memiliki bekas luka yang sama atau bekas luka cukup besar untuk memungkinkan aplikasi untuk setengah bekas luka. Produk dioleskan dua kali sehari selama 12 minggu ke daerah bekas luka. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke- 0, 4, 8 dan 12.
Hasil
Bio-Oil membantu menyamarkan bekas luka, baik untuk penilaian obyektif maupun subyektif. 65% subyek menyatakan perbaikan tampilan pada bekas luka dalam 4 minggu.
Penelitian terhadap orang yang memiliki bekas luka, 2002
Penelitian terhadap orang yang memiliki bekas luka, 2002
Pusat percobaan
Ayton-Moon, Somerset, United Kingdom.
Tujuan
Untuk menilai kemampuan Bio-Oil dalam membantu menyamarkan bekas luka, dalam sebuah penelitian terhadap pengguna 82-orang.
Sampel
Subyek: 82 partisipan termasuk orang dewasa dan anak-anak. Usia bekas luka: bekas luka yang baru terbentuk sampai berumur 10 tahun. Tipe bekas luka: bekas luka yang mengembung, datar, dan cekung, bervariasi dari luka bakar kecil dan goresan sampai bekas luka operasi. Lokasi bekas luka: bervariasi.
Metodologi
Produk diaplikasikan 3 kali sehari selama 4 minggu. Partisipan dianjurkan untuk memijat dengan gerakan melingkar sampai benar-benar terserap. Wawancara dilakukan pada minggu ke-0, 2, dan 4. Partisipan menilai perbaikan yang mereka lihat pada skala 1-9 ( 1 mewakili ‘tidak ada perbaikan’ dan 9 mewakili ‘banyak perbaikan’).
Hasil
82% dari partisipan melihat adanya perbaikan pada bekas luka mereka setelah 4 minggu.
Penelitian mengenai bekas luka jerawat, 2012
Penelitian mengenai bekas luka jerawat, 2012
Pusat percobaan
Dept. of Dermatology, Peking University First Hospital, Beijing, China.
Tujuan
Sebuah studi eksplorasi untuk menilai efektivitas Bio-Oil dalam memperbaiki tampilan bekas jerawat di wajah pada subyek etnis Cina.
Sampel
Subyek: 44 orang etnis Cina dengan bekas luka jerawat yang baru terbentuk pada wajah (<1 tahun). Bio-Oil merawat 32 subyek dan tidak merawat 12 subyek. Umur dari partisipan: 14 to 30.
Metodologi
Acak, terkontrol, efikasi grader-blind. Subyek berpartisipasi dalam evaluasi penyaringan awal diikuti dengan 1 minggu periode washout (penghilangan materi atau substansi pada tubuh). Produk diaplikasikan dua kali sehari selama 10 minggu. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke-0, 4, 8 dan 10 meliputi: Penilaian Global Scarring Score (GSS) oleh penilai, pengukuran warna bekas luka jerawat / kemerahan menggunakan chromameter, pengukuran kadar sebum menggunakan sebumeter, dokumentasi jumlah komedo dan luka inflamasi oleh dermatologis. Subyek juga menyelesaikan kuesioner self assessment pada setiap kunjungan.
Hasil
Hasil terbaik dari penilaian klinis adalah pada kemampuan Bio-Oil untuk mengurangi eritema atau kemerahan makula (datar) bekas jerawat, dengan keseluruhan kulit menjadi lebih cerah. Hasil kuesioner self-assessment menunjukkan bahwa lebih dari 84% subjek mengalami perbaikan pada keseluruhan kondisi bekas jerawat dan lebih dari 90% mengalami perbaikan pada warna bekas luka. Jumlah jerawat dan hasil pengukuran sebum menunjukkan bahwa menggunakan Bio-Oil tidak menyebabkan atau memperburuk jerawat atau meningkatkan pengeluaran sebum.
Penelitian mengenai stretch mark, 2010
Penelitian mengenai stretch mark, 2010
Pusat percobaan
proDERM Institute for Applied Dermatological Research, Hamburg, Germany.
Tujuan
Untuk menilai efisiensi dari Bio-Oil dalam membantu menyamarkan stretch marks.
Sampel
Subyek: 38 partisipan wanita dari berbagai etnis. Usia partisipan: 18 sampai 65 tahun. Penyebab stretch mark: bervariasi ( setelah melahirkan, penambahan berat badan atau pertumbuhan masa remaja). Lokasi stretch mark: perut, paha dan pinggul.
Metodologi
Double-blind, acak dan plasebo terkontrol. Subyek memiliki stretch mark yang cocok atau cukup besar untuk memungkinkan aplikasi sebagian-sebagian pada stretch mark dan perbandingan intra-subjek. Produk dioleskan dua kali sehari selama 8 minggu, tidak ada tambahan pijatan yang dilakukan pada daerah bekas luka. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Parameter stretch mark yang berbeda-beda seperti yang didefinisikan dalam POSAS (Patient and Observe Scar Assessment) dievaluasi.
Hasil
Bio-Oil terbukti bermanfaat dalam membantu menyamarkan stretch mark. Hasil yang signifikan secara statistik terlihat hanya dalam waktu 2 minggu (hari ke-15), stretch mark mengalami perbaikan pada 95% subyek. Setelah 8 minggu (hari ke-57), 100% subyek memperlihatkan adanya perbaikan pada stretch mark, dengan tingkat perbaikan lebih dari 2 kali dibandingkan hasil pada minggu ke-2. Terlihat perbaikan terus menerus selama periode penelitian.
Penelitian mengenai stretch mark, 2005
Penelitian mengenai stretch mark, 2005
Pusat percobaan
Laboratorium Photobiology Universitas Kedokteran Afrika Selatan
Tujuan
Untuk menilai efisiensi dari Bio-Oil dalam membantu menyamarkan stretch marks.
Sampel
Subyek: 20 partisipan wanita. Usia partisipan: 18 sampai 55 tahun. Lokasi stretch mark: di perut.
Metodologi
Single-blind (penilai), acak dan terkontrol. Desain penelitian berpasangan memungkinkan untuk perbandingan intra-subjek. Subyek memiliki stretch mark yang sama atau stretch mark cukup besar untuk memungkinkan aplikasi untuk sebagian stretch mark. Produk dioleskan dua kali sehari selama 12 minggu pada daerah yang mengalami stretch mark. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke- 0, 4, 8 dan 12.
Hasil
Bio-Oil membantu menyamarkan stretch mark baik berdasarkan penilaian obyektif maupun subyektif. Sebanyak 50% subyek menyatakan adanya perbaikan pada stretch mark dalam 8 minggu.
Penelitian mengenai warna kulit tidak merata, 2011
Penelitian mengenai warna kulit tidak merata, 2011
Pusat percobaan
Thomas J. Stephens & Associates, Inc., Texas, United States of America.
Tujuan
Untuk mengevaluasi efektifitas dari Bio-Oil dalam membantu memperbaiki warna kulit tidak merata dan pigmentasi berbintik ketika digunakan oleh wanita dengan photodamage (penuaan) kulit ringan sampai sedang pada leher dan wajah.
Sampel
Subyek: 67 partisipan wanita (dari berbagai etnis) yang secara klinis telah ditentukan mengalami photodamaged ringan sampai sedang pada wajah dan leher. Bio-Oil merawat 35 subyek dan tidak merawat 32 subyek. Usia partisipan: 30 sampai 70 tahun.
Metodologi
Acak, terkontrol, efikasi grader-blind. Subyek berpartisipasi dalam evaluasi penyaringan awal diikuti oleh 1 minggu periode washout (penghilangan materi atau substansi pada tubuh). Produk dioleskan pada wajah dan leher dua kali sehari selama 12 minggu. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke-0, 2, 4, 8 dan 12. Subyek secara klinis dinilai terpisah pada area wajah dan leher untuk warna kulit tidak merata dan pigmentasi berbintik.
Hasil
Bio-Oil berkhasiat dalam memperbaiki tampilan warna kulit tidak merata dan pigmentasi berbintik pada partisipan dengan photodamaged (penuaan) kulit. Setelah 4 minggu hasil statistik yang signifikan dicapai untuk kedua parameter pada wajah dan leher. Setelah 12 minggu 86% dari subyek Bio-Oil menunjukkan perbaikan signifikan secara statistik pada warna kulit tidak merata di wajah, 71% subyek pada pigmentasi berbintik-bintik pada wajah, 69% pada warna kulit tidak merata di leher dan 60% pada pigmentasi berbintik-bintik di leher.
Penelitian mengenai warna kulit tidak merata, 2005
Penelitian mengenai warna kulit tidak merata, 2005
Pusat percobaan
Laboratorium Photobiology Universitas Kedokteran Afrika Selatan
Tujuan
Untuk menilai efisiensi dari Bio-Oil dalam membantu menyamarkan warna kulit yang tidak merata.
Sampel
Subyek: 30 partisipan wanita dari berbagai etnis. Usia partisipan: 18 sampai 55 tahun. Tipe pigmentasi: melasma wajah.
Metodologi
Single-blind (penilai), acak dan terkontrol. Desain penelitian berpasangan memungkinkan untuk perbandingan intra-subjek. Subyek memiliki pigmentasi bilateral,memungkinkan desain penelitian sebagian wajah/leher. Produk dioleskan dua kali sehari selama 12 minggu ke daerah pigmentasi. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke-0, 4, 8 dan 12.
Hasil
Bio-Oil memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata pada tipe kulit terang dan gelap. 93% subyek memperlihatkan perbaikan selama 6 minggu. Dokter mencatat perbaikan yang sama pada tipe kulit terang dan gelap dari minggu 0 ke 8. Dokter mencatat lebih banyak perbaikan yang terlihat pada tipe kulit gelap dari minggu 8 ke 12.
Penelitian mengenai penuaan kulit, 2011
Penelitian mengenai penuaan kulit, 2011
Pusat percobaan
Thomas J. Stephens & Associates, Inc., Texas, United States of America.
Penelitian 1: wajah & leher
Tujuan
Untuk mengevaluasi efektifitas dari Bio-Oil ketika digunakan oleh wanita dengan photodamage (penuaan) kulit ringan hingga sedang pada wajah dan leher.
Sampel
Subyek: 67 partisipan wanita (dari berbagai etnis) yang secara klinis telah ditentukan mengalami photodamaged (penuaan) ringan sampai sedang pada wajah dan leher. Bio-Oil merawat 35 subyek dan tidak merawat 32 subyek. Umur dari partisipan: 30 sampai 70 tahun.
Metodologi
Acak, terkontrol, efikasi grader-blind. Subyek berpartisipasi dalam evaluasi penyaringan awal diikuti oleh 1 minggu periode washout (penghilangan materi atau substansi pada tubuh). Produk dioleskan pada wajah dan leher dua kali sehari selama 12 minggu. Aplikasi dilakukan dibawah pengawasan secara berkala. Penilaian dilakukan pada minggu ke-0, 2, 4, 8 dan 12. Subyek secara klinis dinilai secara terpisah pada wajah dan leher untuk warna kulit tidak merata dan pigmentasi berbintik dengan parameter berikut: keseluruhan penampilan, garis halus, kerutan kasar, pigmentasi berbintik, warna kulit tidak merata, visual kekasaran/kehalusan, taktil kekasaran/kehaluan, tampilan kekerasan, dan kecerahan (kusam).
Hasil
Bio-Oil berkhasiat dalam memperbaiki keseluruhan penampilan photodamaged (penuaan) kulit pada wajah dan leher. Setelah 8 minggu hasil yang signifikan secara statistik dicapai untuk semua parameter keberhasilan klinis. Setelah 12 minggu 94% dari subyek Bio-Oil menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada tampilan wajah dan 80% dari subyek menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada tampilan leher.
Penelitian 2: tubuh
Tujuan
Untuk mengevaluasi efikasi Bio-Oil bila digunakan pada garis leher, kaki bagian bawah dan kulit lengan pada wanita dengan kulit yang mengalami photodamaged (penuaan) ringan sampai sedang.
Sampel
Subyek: 67 partisipan wanita (dari berbagai etnis) yang secara klinis telah ditentukan mengalami photodamaged ringan sampai sedang pada wajah dan leher. Sel pengobatan Bio-Oil melibatkan 35 subyek dan sel tanpa pengobatan melibatkan 32 subyek. Usia partisipan : 30 sampai 70 tahun.
Metodologi
Acak, terkontrol, efikasi grader-blinded. Subyek berpatisipasi pada evaluasi penyaringan awal diikuti dengan 1 minggu periode washout (penghilangan materi atau substansi pada tubuh). Produk diaplikasikan pada garis leher, kaki bagian bawah, dan lengan dua kali sehari selama 12 minggu. Aplikasi dilakukan di bawah pengawasan pada kunjungan rutin. Evaluasi klinis dilakukan pada minggu ke 0, 2, 4, 8, dan 12. Subyek secara klinis dinilai secara terpisah pada garis leher, kaki bagian bawah dan lengan untuk parameter efikasi sebagai berikut : penampilan keseluruhan, tekstur kering, kekeringan / bersisik, tampilan kasar / halus, terasa kasar / halus.
Hasil
Bio-Oil berkhasiat dalam meningkatkan tampilan keseluruhan dari penuaan kulit (photodamaged) pada tubuh. Setelah 4 minggu, hasil statistik secara signifikan dicapai untuk semua parameter efikasi. Setelah 12 minggu 89% subyek pada pengobatan Bio-Oil menunjukkan peningkatkan yang signifikan secara statistik pada seluruh penampakan garis leher, kaki bagian bawah, dan lengan.
Studi kulit kering, 2011
Studi kulit kering, 2011
Pusat percobaan
Laboratorium Photobiology Universitas Kedokteran Afrika Selatan
Penelitian 1
Tujuan
Untuk menilai efek dari aplikasi tunggal Bio-Oil dalam meningkatkan fungsi penghalang stratum corneum (SC) dan hidrasi.
Sampel
Subyek :40 partisipan wanita dari berbagai etnis. Area uji : Uji produk diterapkan pada lengan bawah volar seluruh subyek.
Metodologi
Penilaian hidrasi kulit dengan Corneometer sebagai pengukuran utama, penilaian fungsi penghalang dengan Vapometer sebagai pengukuran kedua. Panelis mencuci lengan mereka dengan sabun dua jam sebelum pengukuran dilakukan. Dasar pengukuran instrumental dilakukan. Bio-Oil dan minyak acuan kemudian diaplikasikan pada area terpisah pada lengan bawah volar seluruh subyek. Pengukuran kemudian dilakukan kembali segera setelah produk diaplikasikan, serta dua jam kemudian, sebelum dan setelah membersihkan produk. Kontrol pada area yang tidak diaplikasikan juga diukur pada setiap titik waktu.
Hasil
Setelah aplikasi langsung, kedua minyak mengurangi hilangnya air secara transepidermal (TEWL) dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan. Peningkatan nilai kapasitansi kulit pada dua jam sebelum penghapusan mengindikasikan peningkatan hidrasi pada kulit untuk kedua minyak. Dua jam kemudian, setelah menghapus minyak dari permukaan kulit, Bio-Oil menunjukkan peningkatan nilai TEWL yang lebih tinggi dibandingkan dengan minyak acuan, hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kelembaban yang kemudian meningkatkan hidrasi kulit.
Penelitian 2
Tujuan
Untuk menilai pengaruh dari pemakaian Bio-Oil dua kali sehari terhadap kelembaban kulit dan penanganan kulit kering.
Sampel
Subyek : 25 wanita Kaukasia. Area uji : Uji produk dilakukan pada bagian luar dan bagian bawah kaki semua subyek.
Metodologi
Sabun digunakan untuk menimbulkan kekeringan kulit selama periode 7 hari. Bio-Oil dan sebuah minyak acuan diaplikasikan dua kali sehari pada kulit. Penilaian pada kulit dilakukan pada hari ke-1 dan 3. Evaluasi visual dilakukan oleh evaluator visual terlatih menggunakan 2x lampu pembesar. Kontrol pada area yang tidak diaplikasikan juga dievaluasi pada semua titik waktu.
Hasil
Baik Bio-Oil maupun minyak acuan mengurangi kekeringan pada kulit dibandingkan dengan kontrol tanpa perlakuan. Bio-Oil secara statistik lebih unggul pada hari ke-3. Perbaikan signifikan pada tampilan kulit secara visual
Uji acnegenic, 2006
Uji acnegenic, 2006
Pusat percobaan
Future Cosmetics, Pretoria, South Africa.
Tujuan
Untuk menguji apakah Bio-Oil dapat menyebabkan jerawat dan komedo.
Sampel
Subyek : 21 partisipan, 17 wanita dan 4 pria dari berbagai etnis, 50% rentan terhadap jerawat.
Metodologi
Acak dan terkontrol. Produk diaplikasikan dua kali sehari selama 28 hari. 3 area yang dievaluasi : area yang tidak diaplikasikan produk (kontrol negatif), area dimana Bio-Oil diaplikasikan, dan area dimana accetylated lanolin alkohol diaplikasikan (kontrol positif - produk yang dikenal acnegenik). Uji produk dilakukan di daerah punggung bagian atas (scapular).
Hasil
Bio-Oil tidak menimbulkan jerawat dan tidak menimbulkan komedo. Area dimana Bio-Oil diaplikasikan menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan area tanpa aplikasi produk. Kontrol positif menimbulkan jerawat.
Uji kulit sensitif, 2006
Uji kulit sensitif, 2006
Pusat percobaan
Future Cosmetics, Pretoria, South Africa.
Tujuan
Untuk menguji apakah Bio-Oil menimbulkan iritasi kulit pada subyek yang memiliki kulit sensitif.
Sampel
Subyek : 21 partisipan. Usia partisipan : 18 - 65. Seleksi kriteria : Subyek dengan kulit sensitif dipilih dan diekspos dengan kontrol positif (asam laktat) untuk menguji status kulit sensitif mereka.
Metodologi
Acak dan terkontrol. 3 area yang dievaluasi : area dimana air yang telah di-deionisasi diaplikasikan (kontrol negatif), area dimana Bio-Oil diaplikasikan, dan area dimana larutan Sodium Lauril Sulfat 1% daplikasikan (kontrol positif - dikenal sebagai pemicu iritasi kulit). Uji produk diaplikasikan menggunakan patch pada lengan bawah volar dan dihapus setelah 24 jam. Kulit dievaluasi dan reaksi dicatat pada jam ke 24, 48, 72, dan 96 setelah aplikasi. Dermatologis hadir selama evaluasi. Reaksi kulit dinilai pada skala 0-4 ( 0 adalah tidak ada respon dan 4 adalah kemerahan yang terasa berapi).
Hasil
Bio-Oil merupakan produk non-iritan untuk subyek-subyek dengan kulit sensitif. Tidak ada subyek yang mengalami reaksi negatif terhadap Bio-Oil. Bio-Oil memiliki nilai reaksi rata-rata 0.03 selama periode 96 jam. Bio-Oil memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan air deionisasi (kontrol negatif).
Uji penyerapan, 2011
Uji penyerapan, 2011
Pusat percobaan
proDERM Institute for Applied Dermatological Research, Hamburg, Germany.
Penelitian 1
Tujuan
Untuk menilai tingkat penyerapan Bio-Oil setelah diaplikasikan secara standar dan dengan pemijatan.
Sampel
Subyek : 22 penilai terlatih (21 wanita dan 1 pria). Area uji : produk yang diuji diaplikasikan pada lengan bawah volar semua penilai.
Metodologi
Double-blind, acak, dan terkontrol. Bio-Oil dan minyak acuan diaplikasikan pada area uji yang telah ditentukan pada lengan volar penilai. Penilai melakukan 100 gerakan siklik pada kecepatan yang telah ditentukan. Penilai kemudian memberi penilaian penyerapan produk pada skala 5 poin dari ‘sangat lambat menyerap’ sampai ‘sangat cepat menyerap’. Pengukuran sebumeter, untuk menilai jumlah minyak pada kulit, dilakukan pada dua titik waktu - sebelum aplikasi dan dua menit sesudah produk diaplikasikan.
Hasil
Penyerapan Bio-Oil di kulit dinilai ‘sangat cepat’ atau ‘cepat’ oleh mayoritas (77.3%) penilai terlatih. Hal ini dibuktikan melalui pengukuran instrumental dengan pembacaan sebumeter pada saat titik waktu kedua yang menunjukkan bahwa jumlah Bio-Oil yang tertinggal di kulit secara signifikan lebih sedikit dibandingkan dengan minyak acuan.
Penelitian 2
Tujuan
Untuk menilai tingkat penyerapan Bio-Oil setelah aplikasi standar dan pemijatan.
Sampel
Subyek : 100 participants (97 wanita dan 3 pria). Area uji : Produk yang diuji diaplikasikan pada lengan bawah volar semua partisipan.
Metodologi
Double-blind, acak, dan terkontrol. Bio-Oil dan minyak acuan diaplikasikan pada area uji yang telah ditentukan di lengan bawah volar partisipan. Partisipan memijat produk yang diujikan masing-masing selama 1 menit. Partisipan kemudian menilai tingkat penyerapan produk pada 5 tingkatan skala dari “sangat lambat menyerap’ sampai ‘sangat cepat menyerap’.
Hasil
Penyerapan Bio-Oil pada kulit dinilai ‘sangat cepat’ atau ‘cepat’ oleh mayoritas (72%) partisipan.
Studi oklusifitas, 2008
Studi oklusifitas, 2008
Pusat percobaan
Percobaan dilakukan oleh Prof. Dr. J Wiechers di Rigano Laboratories, Milan, Italy.
Tujuan
Untuk mengevaluasi apakah Bio-Oil menunjukkan tingat oklusifitas mirip dengan vernix caseosa. (Vernix caseosa, biofilm putih-kental yang membungkus bayi ketika berada di dalam rahim, secara luas dianggap oleh para ilmuwan kosmetik sebagai ‘standar emas’ untuk kelembaban kulit karena berada di tingkat oklusifitas yang ideal.)
Metodologi
Air dengan jumlah yang sudah diketahui diletakkan pada gelas yang ditutupi dengan sebuah membran semi-permeabel yang disebut Vitro-Skin™, yang menyerupai sifat permukaan kulit manusia. Vernix caseosa dan Bio-Oil diaplikasikan pada membran dan laju hilangnya air dari gelas diukur dari waktu ke waktu. Hal ini dibandingkan dengan laju hilangnya air tanpa produk apa pun pada membran. Kecepatan transfer uap air untuk setiap produk dihitung dan dinyatakan dalam g/m2/h.
Hasil
Bio-Oil menunjukkan tingkat oklusifitas yang sangat mirip dengan caseosa, dengan Bio-Oil menunjukkan 23.5 dan vernix caseosa 27.2.

Penghargaan
Penghargaan Paling direkomendasikan
Produk yang paling direkomendasikan oleh dokter / apoteker / bidan untuk bekas luka dan stretch marks
Australia, Survey dokter (ACA Research HCP Study Jan 2019, 2019)
Australia, Survey apoteker (ACA Research HCP Study Jan 2019, 2019)
Canada, Survey dokter (EnsembleIQ Healthcare Group and RK Insights, 2019)
Canada, Survey apoteker (EnsembleIQ Healthcare Group and RK Insights, 2019)
Germany, Survey apoteker (BVDA / German Pharmacist Association, 2015)
Ireland, Survey apoteker (3 Gem, 2015)
Italy, Survey bidan (Millward Brown, 2014)
Kenya, Survey apoteker (Consumer Insight, 2015)
New Zealand, Survey dokter (Colmar Brunton, 2018)
South Africa, Survey dokter (IPSOS, 2018)
South Africa, Survey ginekologi (IPSOS, 2018)
South Africa, Survey bidan (IPSOS, 2018)
South Africa, Survey apoteker (IPSOS, 2018)
United Kingdom, Survey apoteker (3 Gem, 2018)
Zimbabwe, Survey dokter (Marketers Association of Zimbabwe, 2016)
Zimbabwe, Survey bidan (Marketers Association of Zimbabwe, 2016)
Zimbabwe, Survey apoteker (Marketers Association of Zimbabwe, 2016)
Penjualan No. 1
Produk untuk stretch mark dan bekas luka dengan penjualan No. 1
Australia (Aztec Segment and item list as defined by Aspen Pharmacare, based on AU Grocery & Pharmacy Scan combined data within Hand & Body Skin Care Database. September, 2017)
Belgium (IMS data Q2 2019 (value))
Botswana (Medswana (Pty) Ltd, 2016)
Canada (Nielsen MarketTrack. Specialty Creams, Lotions and Scar Treatments. National Grocery, Drug + Mass, 52 weeks ending Feb 3, 2018)
Finland (Pharmacy data and GFT retail data, value sales, 2016)
Germany (Nielsen IMS Health)
Hungary (IMS Health Pharmacy Survey Q1, 2016)
Ireland (IMS Firming & Anti-Stretch Mark Total value 52 week period July 18)
Italy (IMS Dataview Multichannel, Pharmacy + Parapharmacy + Corner Gdo, Reconstructed Class Anti-stretch marks (82F2A) + Scars (46A3), sell-out volume, rolling year ending in September 2018. )
Kenya (Consumer Insight, 2015)
Liechtenstein (IMS Health GmbH - Pharma Trend, Units & Sales Value, Sept 2017)
Malaysia (Nielsen, Scar & Stretch Mark, PM Drugstore/Pharmacy, January - June 2017)
Namibia (Geka Pharma (Pty) Ltd 2016 and Nampharm 2016)
Netherlands (IRI, YTD 52 2016)
New Zealand (IRI, National Combined MAT, October 2015)
Poland (IQVIA Poland Pharmascope 04/2019, 82F2 FIRMING&A-STRETCH PRODS, Value(PLN), MAT 04/2019 © 2019 IQVIA and its affiliates. All rights reserved.)
Portugal (39,4% Nº1 in Strech Market - Pharmacy only IQVIA Portugal July 2019)
Singapore (Nielsen, Scar & Stretch Mark, PM Drugstore/Pharmacy, 2016)
South Africa (Nielsen, Total Value ranking 52 week period ending 31 Jan 2018)
Swaziland (Swazi Pharm Wholesalers (Pty) Ltd, 2016)
Sweden (Nielsen Scanningdata, HPC, Other Skincare, Scars/Stretchmarks, MAT W52, 2018)
Switzerland (IMS Health GmbH - Pharma Trend, Units & Sales Value, Sept 2017)
Ukraine (PharmStandard)
United Kingdom (IRI Value Sales, Skincare Treatments category, Total UK, 52 weeks ending 1 Dec 2018)
Zimbabwe (Marketers Association of Zimbabwe, May 2016)

Ketersediaan
Indonesia
Tersedia di
Guardian
Watsons
Natural Farm
Century
Boston
Kimia Farma
AEON
Dan+Dan
Mother Care
Grand Lucky
Indomaret
Yogya
Apotek serta toko obat terkemuka lainnya di kota Anda.

Dapatkan juga di situs belanja online terkemuka seperti:
Sociolla.com
Lazada.co.id
Shopee.co.id
Mataharimall.com
JD.ID
Blibli.com
PerfectBeauty.id



Kulit Kering
Menjadi pelopor teknologi baru untuk penderita kulit kering.
Bio-Oil home Bio-Oil home
keyboard_arrow_up
Paraffinum Liquidum, Isopropyl Palmitate, Triisononanoin, Cetearyl Ethylhexanoate, Glycerin, Butyrospermum Parkii Butter, Aqua, Isopropyl Myristate, Urea, Caprylic/Capric Triglyceride, Isostearyl Isostearate, C26-28 Alkyl Dimethicone, Sodium Lactate, Gluconolactone, Sodium PCA, Sodium Hyaluronate, Octyldodecyl PCA, Sucrose Laurate, Sucrose Stearate, Lactic Acid, Lanolin, Butylene Glycol, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Bisabolol, Helianthus Annuus Seed Oil, Silica, Glycine Soja Oil, BHT, Retinyl Palmitate, Tocopheryl Acetate, Niacinamide, Linoleic Acid, Linolenic Acid, Tocopherol, Anthemis Nobilis Flower Oil, Calendula Officinalis Extract, Rosmarinus Officinalis Leaf Oil, Lavandula Angustifolia Oil, Parfum, Citronellol, Farnesol, Limonene, Linalool, CI 17200.
Ikhtisar
Bio-Oil® Gel Kulit Kering adalah cara baru untuk merawat kulit kering. Produk untuk kulit kering tradisional seperti krim, lotion dan body butter pada umumnya berbahan dasar air. Sebagian besar air ini menguap begitu saja saat bersentuhan dengan kulit Anda. Hal ini yang seringkali menyebabkan sensasi dingin yang Anda rasakan ketika mengaplikasikan produk-produk tersebut. Bio-Oil ® Gel Kulit Kering terbuat dari minyak, sehingga terasa “hangat” saat diaplikasikan. Dalam uji coba pengguna yang dilakukan pada penderita kulit kering, mayoritas mengatakan produk ini lebih baik daripada apa pun yang pernah mereka gunakan sebelumnya untuk kulit kering.

Komposisi
Paraffinum Liquidum, Isopropyl Palmitate, Triisononanoin, Cetearyl Ethylhexanoate, Glycerin, Butyrospermum Parkii Butter, Aqua, Isopropyl Myristate, Urea, Caprylic/Capric Triglyceride, Isostearyl Isostearate, C26-28 Alkyl Dimethicone, Sodium Lactate, Gluconolactone, Sodium PCA, Sodium Hyaluronate, Octyldodecyl PCA, Sucrose Laurate, Sucrose Stearate, Lactic Acid, Lanolin, Butylene Glycol, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Bisabolol, Helianthus Annuus Seed Oil, Silica, Glycine Soja Oil, BHT, Retinyl Palmitate, Tocopheryl Acetate, Niacinamide, Linoleic Acid, Linolenic Acid, Tocopherol, Anthemis Nobilis Flower Oil, Calendula Officinalis Extract, Rosmarinus Officinalis Leaf Oil, Lavandula Angustifolia Oil, Parfum, Citronellol, Farnesol, Limonene, Linalool, CI 17200.

Uji klinis
Uji efikasi kelembaban, 2018
Uji efikasi kelembaban, 2018
Pusat percobaan
Thomas J. Stephens & Associates, Inc., Texas, United States of America.
Tujuan
Untuk menilai kemanjuran fungsi kelembaban Bio-Oil Gel Kulit Kering.
Sampel
Subjek: 28 peserta perempuan (di antaranya 1 dengan kulit Fitzpatrick tipe I, 13 dengan kulit tipe II dan 14 dengan kulit tipe III). Usia peserta: 29 hingga 65 tahun.
Metodologi
Percobaan klinis split-body, blind-evaluator, acak, terkontrol. Periode pengeringan satu minggu diikuti oleh periode perawatan dua minggu dan periode regresi tiga hari. Selama dua minggu periode perawatan, subjek mengaplikasikan Bio-Oil Gel Kulit Kering ke kaki bagian bawah yang ditetapkan, kaki yang berlawanan tetap tidak dirawat. Evaluasi klinis dilakukan pada awal dan hari ke-2, 4, 7, 9, 11 dan 14 dan pada hari-hari regresi 1, 2 dan 3. Subjek secara klinis dinilai tingkat kekeringannya (pada skala dari 0 - 5). Pengukuran bioinstrumentasi hidrasi kulit dilakukan dengan Corneometer dan SKICON. Pengukuran bioinstrumentasi kehilangan air transepidermal (TEWL), sebagai indikator fungsi penghalang, dilakukan oleh Tewameter.
Hasil
Dibandingkan dengan bagian yang tidak dirawat, Bio-Oil Gel Kulit Kering menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada penilaian kekeringan klinikal, pengukuran SKICON dan pengukuran Corneometer di semua titik waktu; dan dalam pengukuran Tewameter, pada hari perawatan 14 dan hari regresi 3. Untuk penilaian klinis kekeringan, perbaikan signifikan secara statistik terlihat pada 82% dari subyek setelah hanya dua hari. Setelah dua minggu, 100% subjek menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik, dengan tingkat peningkatan hampir tiga kali lipat pada hari ke-2. Tiga hari setelah perawatan dihentikan, 93% subjek mempertahankan peningkatan yang signifikan secara statistik dibanding dengan saat dimulainya penelitian.
Uji pengguna kulit kering, 2017
Uji pengguna kulit kering, 2017
Pusat percobaan
Ayton Global Research, Somerset, United Kingdom.
Tujuan
Untuk menilai kinerja Bio-Oil Gel Kulit Kering dalam mengurangi kekeringan kulit tubuh, dalam percobaan pada 102 orang pengguna.
Sampel
Subjek: 102 peserta perempuan yang menilai kulit pada tubuhnya "Sangat Kering". Usia peserta: 18 tahun ke atas.
Metodologi
Uji coba pengguna selama dua minggu, penempatan tunggal, di rumah. Peserta diinstruksikan untuk mengaplikasikan produk setiap hari pada kulit kering yang sudah dibersihkan. Dua kuesioner pendek diselesaikan: yang pertama setelah aplikasi awal dan yang kedua setelah dua minggu menggunakan produk.
Hasil
Aplikasi: 94% dari peserta setuju bahwa "produk mudah diaplikasikan" dan 96% peserta setuju bahwa "penggunaan sedikit produk saja sudah cukup".
Penyerapan: 83% dari peserta sepakat bahwa "produk menyerap dengan mudah ke dalam kulit".
Hidrasi: 92% dari peserta sepakat bahwa "produk membuat kulit terasa lembab seketika"; 80% peserta setuju “kulit mereka terasa lembab sepanjang hari”; 86% peserta sepakat bahwa "kulit kering mereka membaik selama periode dua minggu"; dan, 85% dari peserta sepakat bahwa "kulit mereka terlihat lebih baik dibandingkan dengan awal periode dua minggu".
Secara keseluruhan: 62% dari peserta sepakat bahwa "produk ini lebih baik daripada apa pun yang pernah mereka gunakan sebelumnya untuk kulit kering".
Uji kulit sensitif, 2017
Uji kulit sensitif, 2017
Pusat percobaan
proDERM Institute for Applied Dermatological Research, Hamburg, Germany.
Tujuan
Untuk menilai potensi Bio-Oil Gel Kulit Kering dalam menyebabkan iritasi kulit.
Sampel
Subjek: 31 peserta (26 perempuan dan 5 laki-laki), dari jumlah tersebut 52% dengan kulit sensitif menurut estimasi sendiri, 26% dengan alergi tipe IV (kecuali bahan kosmetik) dan 48% dengan atopi. Usia peserta: 20 hingga 70 tahun.
Metodologi
Acak dan terkontrol. Tiga area yang dievaluasi: area di mana air demineralisasi diaplikasikan (kontrol negatif), area di mana Bio-Oil Gel Kulit Kering diaplikasikan, dan area di mana larutan Sodium Dodecyl Sulfate (SDS) 1% diaplikasikan (kontrol positif - diketahui mengiritasi kulit). Produk uji diaplikasikan sekali di bagian belakang tubuh selama 24 jam menggunakan sistem uji tempel epikutan. Evaluasi visual untuk menilai iritasi kulit primer dilakukan oleh penguji terlatih 15 menit setelah pelepasan patch, dan kemudian 24 jam dan 48 jam setelah pelepasan patch. Reaksi kulit dinilai pada skala dari 0 - 4 (dengan 0 tidak ada respons dan 4 menjadi sangat merah dan meradang).
Hasil
Tidak ada subjek yang mengalami reaksi negatif terhadap tes produk dan hasil skor sama dengan kontrol negatif, dengan skor visual 0 (nol) tercatat untuk semua subjek pada semua titik waktu. Oleh karena itu tolerabilitas kulit terhadap Bio-Oil Gel Kulit Kering sehubungan dengan iritasi dianggap “sangat baik”.
Uji non-komedogenik, 2018
Uji non-komedogenik, 2018
Pusat percobaan
proDERM Institute for Applied Dermatological Research, Hamburg, Germany.
Tujuan
Untuk menilai potensi Bio-Oil Gel Kulit Kering dalam pembentukan komedo (jerawat).
Sampel
Subjek: 24 peserta dengan kulit berjerawat (17 wanita dan 7 pria). Usia peserta: 24 hingga 56 tahun.
Metodologi
Acak dan terkontrol. Produk uji (kondisi oklusi) dan dua kontrol negatif (area yang tidak dirawat (A) dan area yang tidak dirawat tetapi tersumbat (B)) dialokasikan secara acak ke tiga area pengujian pada daerah rawan jerawat di bagian punggung atas. Produk uji diaplikasikan ke area pengujian yang sama tiga kali per minggu selama empat minggu (total 12 aplikasi). Pada akhir penelitian, satu Biopsi Permukaan Kulit (Skin Surface Biopsy / SSB) diambil dari masing-masing daerah pengujian, menggunakan metode Marks dan Dawber. Munculnya mikrokomedo yang membesar dievaluasi dengan cara blind-evaluator menggunakan skala peringkat Mills dan Kligman.
Hasil
Bio-Oil Dry Skin Gel didapati bersifat non-komedogenik, memiliki kinerja lebih baik secara signifikan daripada kedua kontrol negatif.
Uji Oklusivitas, 2018
Uji Oklusivitas, 2018
Pusat percobaan
Rigano Laboratories, Milan, Italy.
Tujuan
Untuk menentukan oklusivitas Bio-Oil Gel Kulit Kering secara eksperimental dan kemampuannya membantu kulit untuk mempertahankan kelembaban dengan mengurangi kehilangan air transepidermal (TEWL).
Metodologi
Air dengan jumlah yang diketahui ditempatkan dalam gelas kimia yang dilapisi dengan membran semi permeabel yang disebut Vitro-Skin ™, yang meniru sifat permukaan kulit manusia. Produk diaplikasikan pada membran dan laju kehilangan air dari gelas kimia diukur dari waktu ke waktu. Ini dibandingkan dengan tingkat kehilangan air dari gelas kontrol, tanpa produk apa pun pada membran.
Hasil
Metodologi uji laju transmisi uap air (Water Vapour Transmission Rate / WVTR) adalah tes standar untuk mengukur oklusivitas produk. Penurunan nilai WVTR menunjukkan bahwa formulasi tertentu bersifat oklusif. Bio-Oil Gel Kulit Kering terbukti mengurangi nilai WVTR secara statistik dibandingkan dengan kontrol yang tidak dirawat ketika diaplikasikan pada membran Vitro-Skin ™, hal ini menunjukkan bahwa Bio-Oil Gel Kulit Kering akan membantu kulit dalam mempertahankan kelembaban.